KLASIFIKASI
MEDIA PEMBELAJARAN
MAKALAH
Disusun
Guna Memenuhi Tugas
Mata
Kuliah: Media
Pembelajaran
Dosen
Pengampu: DR.
Fatah Syukur, M. Ag
Disusun
oleh,
Nama :
Mahfud sazali
NIM :
103111122
Kelas :
PAI 4C
FAKULTAS
TARBIYAH
INSTITUT
AGAMA ISLAM NEGERI WALISONGO
SEMARANG
2012
KLASIFIKASI
MEDIA PEMBELAJARAN
- PENDAHULUAN
Media pembelajaran
merupakan komponen intruksional yang meliputi pesan, orang, dan
peralatan. Dengan masuknya berbagai pengaruh ke dalam dunia
pendidikan (misalnya teori/konsep baru dan teknologi) media
pendidikan (pembelajaran) terus mengalami perkembangan dan terampil
dalam berbagai jenis dan format, dengan masing-masing ciri dan
karakteristiknya. Dari sinilah kemudia timbul usaha-usaha untuk
melakukan klasifikasi atau pengelompokan media yang mengarah pada
pembuatan taksonomi media pendidikan /pembelajaran.
Berdasarkan
pemahaman atas klasifikasi media pembelajaran akan mempermudah para
guru atau praktisi lainnya dalam melakukan pemilihan media yang tepat
pada waktu merencanakan pembelajaran untuk mencapai tujuan tertentu.
Pemilihan media yang disesuaikan dengan tujuan, materi, serta
kemampuan dan karakteristik belajar, akan sangat menunjang efisiensi
dan efektifitas proses dan hasil pembelajaran. Terkait dengan hal-hal
tersebut maka di dalam penyusunan makalah ini akan di bahas beberapa
rumusan masalah.
- RUMUSAN MASALAH
- Bagaimana klasifikasi media pembelajaran ?
- Bagaimana media berbasis teknologi ?
- Bagaimana media berbasis alam ?
- PEMBAHASAN
- Klasifikasi media pembelajaran
Dalam suatu proses
belajar-mengajar kehadiran media mempunyai arti yang cukup penting.
Karena dalam kegiatan tersebut ketidakjelasan bahan yang akan
disampaikan dapat di bantu dengan menghadirkan media sebagai
perantara. Kerumitan bahan yang akan disampaikan kepada anak didik
dapat disederhanakan dengan bantuan media. Media dapat mewakili apa
yang kurang mampu guru ucapkan melalui kata-kata atau kalimat
tertentu. Bahkan keabstrakan bahan dapat di konkretkan dengan
kehadiran media.1
Dalam pengertian
teknologi pendidikan, media atau bahan sebagai sumber belajar
merupakan komponen dari sistem intruksional di samping pesan, orang,
teknik latar dan peralatan. Media atau bahan adalah perangkat lunak
(software)
berisi
pesan atau informasi pendidikan yang biasanya di sajikan dengan
mempergunakan peralatan. Sedangkan peralatan atau perangkat keras
(hardware)
sendiri merupakan sarana untuk dapat menampilkan pesan yang
terkandung pada media tersebut. Dengan masuknya berbagai pengaruh ke
dalam khazanah pendidikan seperti ilmu cetak-mencetak, tingkah- laku
(behaviorisme),
komunikasi, dan laju perkembangan teknologi elektronik, media dalam
perkembangannya tampil dalam berbagai jenis dan format (modul cetak,
film, televisi, film bingkai, film rangkai, program radio, computer,
dst). Masing_masing dengan ciri dan kemampuannya sendiri. Dari
sinilah timbul usaha-usaha penataannya, yaitu pengelompokan atau
klasifikasi menurut kesamaan cirri atau karakteristiknya. Para ahli
berbeda dalam setiap pengelompokannya, diantaranya :
- Taksonomi menurut Rudy Bretz
Bretz
mengidentifikasi ciri utama dari media menjadi tiga unsur pokok yaitu
: suara, visual dan gerak. Visual sendiri di bedakan menjadi tiga
yaitu gambar, garis (line
graph)
dan simbol yang merupakan suatu continuum dari bentuk yang dapat di
tangkap dengan indera penglihatan. Di samping itu Bretz juga
membedakan antara media siar (telecommunication)
dan media rekaman (recording)
sehingga terdapat 8 klasifikasi media :
- Media audio visual gerak
- Media audio visual diam
- Media audio semi gerak
- Media visual gerak
- Media visual diam
- Media semi gerak
- Media audio
- Media cetak2
- Taksonomi menurut Briggs
Taksonomi ini lebih
mengarah pada karakteristik menurut stimulus atau rangsangan yang
dapat di timbulkannya dari pada medianya sendiri, yaitu kesesuaian
rangsaangan tersebut dengan karakteristik siswa, tugas pembelajaran,
bahan, dan transmisinya. Briggs mengidentifikasi 13 macam media yang
di pergunakan dalam proses belajar mengajar, yaitu : Objek, model,
suara langsung, rekaman audio, media cetak, pembelajaran terprogram,
papan tulis, media transparasi, film rangkai, film bingkai, film
televise, dan gambar.
- Taksonomi menurut Gagne
Tanpa menyebutkan
jenis dari masing-masing medianya, Gagne membuat 7 macam
pengelompokan media, yaitu :
- Benda untuk didemonstrasikan
- Komunikasi lisan
- Media cetak
- Gambar diam
- Gambar gerak
- Film bersuara
- Mesin belajar
Ke tujuh kelompok
media ini kemudian di kaitkannya dengan kemampuannya memenuhi fungsi
menurut tingkatan hirarki belajar yang di kembangkannya, yaitu :
pelontar stimulus, penarik minat belajar, contoh perilaku belajar,
memberi kondisi eksternal, menuntun cara berfikir, memasukkan alih
ilmu, menilai prestasi, dan pemberi umpan balik.3
- Taksonomi menurut Wilbur schramm
Media dapat di
golongkan menjadi media rumit, mahal, dan media sederhana. Schramm
juga mengelompokkan media menurut kemampuan daya liputan, yaitu :
- Liputan luas dan serentak, seperti tv, radio, dan facsimile.
- Liputan terbatas pada ruangan, seperti film, video, slide, poster audio tape
- Media untuk belajar individual, seperti buku, modul, program belajar dengan computer dan telepon.4
Dari beberapa usaha
pengklasifikasian di atas bahwa karakteristik atau ciri-ciri khas
suatu media berbeda menurut tujuan dan maksud pengelompokannya.
Karakteristik media juga dapat dilihat menurut kemampuan
membangkitkan rangsangan indera penglihatan, pendengaran, perabaan,
pengecapan, ataupun penciuman, atau kesesuainnya dengan tingkatan
hirarki belajar seperti yang di ungkapkan oleh Gagne dan sebagainya.
Jadi klasifikasi media, karakteristik media dan pemilihan media
merupakan kesatuan yang tidak terpisahkan dalam penentuan strategi
pembelajaran. Maka dari itu untuk tujuan praktis, dibawah ini akan
dibahas karakteristik beberapa jenis media yang lazim dipakai dalam
kegiatan belajar mengajar khususnya di Indonesia, diantaranya :
- Media grafis
media grafis
termasuk media visual. Sebagaiman halnya media yang lain media grafis
berfungsi untuk menyalurkan pesan dari sumber ke penerima pesan.
Saluran yang di pakai menyangkutbindera penglihatan. Pesan yang akan
disampaikan dituangkan ke dalam simbol-simbol komunikasi visual.
- Media Audio
Berbeda dengan media
grafis, media audio berkaitan dengan indera pendengaran. Pesan yang
akan disampaikan dituangkan kedalam lambing-lambang auditif, baik
verbal maupun non verbal
- Media proyeksi diam
Media proyeksi diam
mempunyai persamaan dengan media grafis dalam arti menyajikan
rangsangan-rangsangan visual. Perbedaan yang jelas antara keduanya
yaitu bila pada media grafis dapat secara langsung berinteraksi
dengan pesan media yang bersangkutan, pada media proyeksi pesan
tersebut harus di proyeksikan dengan proyektor agar dapat dilihat
oleh sasaran terlebih dahulu.5
- Media berbasis teknologi
Secara istilah
teknologi berasal dari bahasa Yunani : Thecnologis.
Thechnie berarti
seni, keahlian atau sains, sedangkan logos
yaitu
berarti ilmu. Menurut Gaibraith teknologi dapat diartikan sebagai
penerapan sistematis dari pengetahuan ilmiah atau terorganisasikan
dalam hal-hal yang praktis. Teknologi pendidikan dalam arti sempit
bisa merupakan media pendidikan, yaitu hasil teknologi sebagai alat
bantu dalam pendidikan agar berhasil guna,efesien serta efektif.
Sedang dalam arti luas menurut Association
for Educational Communication and Technology (AECT)
adalah proses yang komplek dan terpadu yang melibatkan orang,
prosedur, ide, peralatan dan organisasi untuk menganalisis masalah,
mencari problem solving, melaksanakan evaluasi dan mengelola
pemecahan masalah yang menyangkut semua aspek belajar manusia.6
Menurut perjalanan
sejarah, dunia pendidikan telah mengalami empat tahap perubahan
ditinjau dari cara penyajian materi pelajarannya. Perkembangan yang
pertama adalah tatkala dalam masyarakat tumbuh suatu profesi baru
yang di sebut “Guru” yang diberi tanggung jawab untuk
melakasanakan pendidikan mewakili orang tua. Dengan demikian, maka
terjadi pergeseran peranan pendidikan, yang biasa diselenggarakan di
rumah berubah menuju ke pendidikan sekolah secara formal.
Perkembangan yang kedua dimulai dengan dipergunakannya bahasa tulisan
di samping bahasa lisan dalam menyampaikan ajaran atau materi.
Perkembangan pendidikan yang ketiga terjadi dengan di temukannya
teknik pencetakan yang memungkinkan diperbanyaknya bahan-bahan bacaan
dalam bentuk buku-buku teks sebagai materi pelajaran tercetak.
Perkembangan pendidikan yang keempat terjadi dengan mulai masuknya
teknologi berikut produknya yang menghasilkan ala-alat mekanis,
optis, maupun elektronis.7
Teknologi terus
berkembang dari waktu ke waktu, baik dari segi jumlah,tingkatan
kerumitannya,maupun dari segi kemampuannya. Media pendidikan sebagia
produk dari teknologi pun bervariasi, mulai dari teknologi yang
sederhana hingga teknologi yang canggih. Apapun teknologi media yang
di pergunakan, hal yang terpenting adalah adanya interaksi dua arah
atau lebih antara peserta didik dan pendidik. Di harapkan dari
teknologi ini dapat memberikan pengaruh bagi peningkatan sektor
pendidikan dalam berbagai bentuk dan manifestasinya.8
Karena pada prinsipnya suatu proses pembelajaran adalah merupakan
interaksi dua arah dari seorang guru dan peserta didik, dimana antara
keduanya terjadi komunikasi (transfer) yang intens dan terarah menuju
pada suatu target yang telah di tetapkan sebelumnya.9
Meskipun demikian,
tidak ada teknologi yang paling bagus untuk mecapai sebuah tujuan
pendidikan. Mengingat keunggulan dan keterbatasan masing-masing
teknologi, maka pemilihan dan penggunaannya dalam pendidikan harus
bersifat pragmatis karena teknologi cepat sekali berkembang. Menurut
Chute, telah mengelompokkan berbagai pelihan teknologi untuk
pendidikan, mulai dari yang sederhana sampai yang paling canggih dan
mutakhir, yaitu sebagai berikut :
- Teknologi audio
Pilihan interaktif
yang sederhana adalah telepon. Sebagai media komunikasi,telepon dapat
dimanfaatkan untuk tujuan pendidikandan belajar.
- Teknologi audio dan data
Salah satu kelemahan
teknologi audio adalah tidak adanya visual dalam proses pembelajaran
tersebut. Perpaduan kemampuan audio dari telepon dan kemampuan data
computer telah melahirkan aplikasi belajar jarak jauh yang disebut
audiografis.
- Teknologi video
Teknologi ini
meliputi kaset video, siaran video satu arah, video
on demand,
video dan BCT, serta video dua arah. Program video ini dapat juga
disiarkan secara satu arah untuk mengkomunikasikan kebijakan
pengelola sekolah maupun untuk menunjang proses pembelajaran.
- Computer based training
Pendidikan dan
pelatihan berbasis computer ini merupakan bentuk lain dari aplikasi
teknologi untuk pendidikan yang menggunakan computer sebagai alat
untuk menyampaikan pelajaran(computer
Assited Intruction) atau
mengelola pengalaman belajar siswa (computer
Managed Instruction)
- Konferensi computer
Teknologi ini
merupakan pemayung beerbagai kegiatan penerapan teknologi komputer
untuk menunjang komunikasi antar manusia, misalnya surat elektronik
(email),
system konferensi kelompok, dan system penyampaian pesan interaktif
(mailing
list).
- Pendidikan dan pelatihan di internet
Internet merupakan
teknologi yang memberikan landasan yang kuat bagi penciptaan
lingkungan belajar yang kaya dan luwes serta mampu memenuhi kebutuhan
pendidikan dan pelatihan.10
Dengan demikian,
dapat di simpulkan bahwa teknologi ternyata telah memberikan
kontribusi yang begitu besar bagi penyelenggaraan pembelajaran dan
pendidikan pada umumnya. Aplikasi teknologi telah memungkinkan
terciptanya lingkungan belajar global yang terhubungkan melalui
jaringan. Pendidikan hendaknya menerapkan suatu sistem yang
benar-benar menempatkan siswa di tengah-tengah proses pembelajaran
dengan dikelilingi oleh berbagai sumber belajar dan layanan belajar
elektronik, mulai dari pendidik sampai ke peserta didik, dengan
layanan informasi dan dukungan administratif maupun akademis.
- Media berbasis alam
- Lingkungan sebagai media belajar
Penggunaan media
grafis, tiga dimensi, dan proyeksi pada dasarnya memvisualkan fakta,
gagasan, kejadian, peristiwa dalam bentuk tiruan dari keadaan
sebenarnya untuk di bahas di dalam kelas dalam membantu proses
pengajaran.di lain pihak guru dan siswa bisa mempelajari keadaan
sebenarnya di luar kelas dengan menghadapkan para siswa kepada
lingkungan yang aktual untuk dipelajari, diamati dalam hubungannya
dengan proses belajar mengajar. Pada prinsipnya belajar adalah suatu
proses yang komplek yang terjadi pada diri setiap orang sepanjang
hidupnya. Proses belajar itu terjadi karena adanya interaksi antara
seseorang dengan lingkungannya.11
Ada beberapa cara bagaimana mempelajari lingkungan sebagai media dan
sumber belajar, diantaranya :
- Dengan survey, yakni siswa mengunjungi lingkungan seperti masyarakat setempat untuk mempelajari proses sosial, budaya, ekonomi, kependudukan, dan lain-lain.
- Dengan kemah atau kamping, kemah cocok untuk mempelajari ilmu pengetahuan alam, ekologi, biologi, dan lain-lain. Siswa di tuntut merekam apa yang ia alami, rasakan, lihat dan kerjakan selama kemah berlangsung.
- Dengan karyawisata, yaitu kunjungan siswa keluar kelas untuk mempelajari objek tertentu sebagai bagian integeral dari kegiatan kurikuler di sekolah.
- Dengan praktik lapangan, yaitu praktik yang dilakukan seorang siswa untuk memperoleh keterampilan dan kecakapan khusus. Misalnya siswa SPG diterjunkan ke sekolah dasar untuk melatih kemampuan sebagai guru di sekolah.12
- Masyarakat sebagai media belajar
Pelaksanaan
pendidikan selama ini lebih banyak hanya mengutamakan aspek
kognitifnya saja, sedangkan aspek afektif, psikomotorik sering di
lupakan. Kita bisa mengetahui banyak sekolah di sekitar kita yang
hanya mentransfer ilmu di dalam kelas, yang hanya merupakan
pendidikan materi belaka, sedangkan praktik lapangan tidak
diperhatikan. Padahal anak didik hanya dibekali ilmu saja tanpa skill
dan pengalaman yang matang ia pasti bisa terjun dalam realitas
masyarakat. Karena masyarakat akan melihat anak itu mampu atau
tidaknya, bukan hanya pengetahuan sekedar pengetahuan saja. Berpijak
dari permasalahan tersebut, maka masyarakat sebagai sumber pendidikan
haruslah dapat dijadikan sebagai kajian yang menyeluruh. Karena kita
tahu bahwa dalam kehidupan masyarakat adalah bahan-bahan yang hidup
dan nyata untuk dikaji secara mendalam. Karenanya pendidikan di
sekolah bukan saja harus menyesuaikan diri dengan masyarakat, akan
tetapi masyarakat di jadikan sumber yang luas bagi pengalaman
belajar, artinya bahwa sekolah dapat dibawa kedalam masyarakat dan
sebaliknya masyarakat dapat dibawa kedalam sekolah.13
Jadi, lingkungan dan
masyarakat sebagai media dan sumber belajar para siswa dapat
dioptimalkan dalam proses pengajaran untuk memperkaya bahan dan
kegiatan belajar mengajar. Prosedur belajar untuk memanfaatkan
lingkungan serta masyarakat sebagai media dan sumber belajar ditempuh
melalui beberapa cara antara lain, survey, berkemah, karyawisata
pendidikan, praktek lapangan, dan lain-lain
.
- ANALISIS
Pada prinsipnya
sebuah media dalam proses pembelajaran memiliki arti ataupun fungsi
yang sangat bermanfaat bagi proses belajar mengajar. Dengan adanya
media akan mempermudah seorang pendidik dalam menyampaikan sebuah
materi yang akan di transfer kepada peserta didik, selain itu
pemakaian media pengajaran dalam proses belajar mengajar dapat
membangkitkan keinginan dan minat yang baru, membangkitkan motivasi
dan rangsangan kegiatan belajar, dan bahkan mampu membawa
pengaruh-pengaruh psikologis terhadap peserta didik.
Di dalam makalah ini
dibahas mengenai klasifikasi media pembelajaran yang bertujuan agar
kita mengetahui jenis-jenis maupun karakteristik sebuah media, maka
dari itu seoarang pendidik harus mampu mengaplikasikan sebuah media
mana yang cocok untuk di pakai dalam proses belajar mengajar agar
efesiensi waktu, biaya maupun yang lain-lain benar-benar bisa di
realisasikan.
Pada pembahasan
berikutnya juga di singgung tentang media berbasis teknologi, karena
media pendidikan sebagia produk dari teknologi akan terus berkembang
dan bervariasi, mulai dari teknologi yang sederhana hingga teknologi
yang canggih. Perlu diketahui bahwa apapun teknologi media yang di
pergunakan, hal yang terpenting adalah adanya interaksi antara
peserta didik dan pendidik. Oleh karenanya di harapkan dari teknologi
ini dapat memberikan pengaruh bagi peningkatan sektor pendidikan
dalam berbagai bentuk dan tujuannya.
Dan pada pembahasan
yang terakhir adalah mengenai media alam, karena dengan adanya alam
ini bisa digunakan untuk sumber belajar atau media untuk belajar.
Media alam juga mempunyai pengaruh yang sangat signifikan dalam
proses pengajaran. Pada dewasa ini yang namanya pendidikan identik
dengan tempat belajar atau disebut sekolahan, akan tetapi dengan
metode tersebut bisa dikatakan monoton dan bisa berdampak kepada
peserta didik dari segi psikologis. Maka dari itu pendidik harus
mempunyai terobosan-terobosan baru yaitu dengan memanfaatkan alam
atau lingkungan sekitar sebagai media pembelajaran. Seperti yang
dibahas diatas, hal itu bisa dilakukan dengan cara, survey langsung,
berkemah, karyawisata dan sebagainya, dengan begitu seorang peserta
didik akan bisa terangsang atau memunculkan semangat baru dalam
melaksanakan pembelajaran dan merasakan hal-hal baru yang belum
pernah dilakukan sebelumnya.
- KESIMPULAN
- Para ahli berbeda dalam setiap pengklasifikasiannya, diantaranya :
- Taksonomi menurut Rudy Bretz terdapat 8 klasifikasi media : Media audio visual gerak, media audio visual diam, media audio semi gerak, media visual gerak, media visual diam, media semi gerak, media audio, media cetak.
- Taksonomi menurut Briggs mengklsifikasi 13 macam media yang di pergunakan dalam proses belajar mengajar, yaitu : Objek, model, suara langsung, rekaman audio, media cetak, pembelajaran terprogram, papan tulis, media transparasi, film rangkai, film bingkai, film televise, dan gambar.
- Taksonomi menurut Gagne membuat 7 macam pengelompokan media, yaitu : Benda untuk didemonstrasikan, komunikasi lisan, media cetak, gambar diam, gambar gerak, film bersuara, mesin belajar
- Taksonomi menurut Wilbur schramm menggolongkan menjadi media rumit, mahal, dan media sederhana. Schramm juga mengelompokkan media menurut kemampuan daya liputan, yaitu : 1. Liputan luas dan serentak, seperti tv, radio, dan facsimile. 2. liputan terbatas pada ruangan, seperti film, video, slide, poster audio tape. 3. media untuk belajar individual, seperti buku, modul, program belajar dengan computer dan telepon.
Adapun Jenis-jenis
media yang lazim dipakai dalam kegiatan belajar mengajar khususnya di
Indonesia, diantaranya : Media grafis, media audio, dan media
proyeksi diam.
- Menurut Chute, telah mengelompokkan berbagai pelihan teknologi untuk pendidikan, mulai dari yang sederhana sampai yang paling canggih dan mutakhir, yaitu : teknologi audio, teknologi audio dan data, teknologi video, computer based training, konferensi computer, pendidikan dan pelatihan internet.
- Ada beberapa cara bagaimana mempelajari alam atau lingkungan sebagai media dan sumber belajar, diantaranya :
- Dengan survey
- Dengan kemah atau kamping
- Dengan karyawisata
- Dengan praktik lapangan
- Dengan Masyarakat sebagai media belajar
- PENUTUP
Demikianlah
pembahasan mengenai klasifikasi media pembelajaran. saya menyadari
bahwa dalam penulisan atau penyusunan makalah ini masih banyak
terjadi kesalahan. Maka dari itu saya mengharapkan kritik dan saran
yang membangun untuk penulisan makalah selanjutnya. Semoga makalah
ini bisa bemanfaat bagi kita semua.
DAFTAR PUSTAKA
Ahmad Rivai dan Nana
Sudjana, Teknologi
Pengajaran,
Bandung : CV Sinar Baru, 1989.
Arsyad, Azhar, Media
Pembelajaran,
Jakarta : PT Raja Grafindo, 2003.
Aswan Zain, dan
Syaiful Bahri Djamarah, Strategi
Belajar Mengajar, Jakarta
: PT Rineka Cipta, 2010.
Mukhtar, Desain
pembelajaran Pendidikan Islam,
Jakarta : CV Misaka Galiza, 2003.
Sadiman, Arif S,
dkk, Media
Pendidikan,
Jakarta : PT Raja Grafindo Persada ,1996.
Syukur, Fatah,
Teknologi
Pendidikan, Semarang
: Rasail, 2005.
Trianto, Mendesain
Model Pembelajaran Inovatif-Progresif, Jakarta
: Kencana, 2010.
http://adeninfo.blogspot.com/2010/07/klasifikasi-dari-mediapembelajaran.html
diakses sabtu, 07/04/2012 jam 10.30 WIB
1
Syaiful Bahri Djamarah dan Aswan
Zain, Strategi Belajar
Mengajar, (Jakarta :
PT Rineka Cipta, 2010), hlm. 120
4
http://aden
info.blogspot.com/2010/07/klasifikasi-dari-mediapembelajaran.html
diakses sabtu, 07/04/2012 jam 10.30 WIB
10
Mukhtar, Desain pembelajaran Pendidikan Islam, Op.Cit, hlm.
106
13
Fatah Syukur, Teknologi Pendidikan, Op.Cit, hlm. 112