Selasa, 24 April 2012

KLASIFIKASI MEDIA PEMBELAJARAN


KLASIFIKASI MEDIA PEMBELAJARAN


MAKALAH
Disusun Guna Memenuhi Tugas
Mata Kuliah: Media Pembelajaran
Dosen Pengampu: DR. Fatah Syukur, M. Ag






Disusun oleh,
Nama   : Mahfud sazali
NIM     : 103111122
Kelas    : PAI 4C

FAKULTAS TARBIYAH
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI WALISONGO
SEMARANG
2012





KLASIFIKASI MEDIA PEMBELAJARAN
  1. PENDAHULUAN
Media pembelajaran merupakan komponen intruksional yang meliputi pesan, orang, dan peralatan. Dengan masuknya berbagai pengaruh ke dalam dunia pendidikan (misalnya teori/konsep baru dan teknologi) media pendidikan (pembelajaran) terus mengalami perkembangan dan terampil dalam berbagai jenis dan format, dengan masing-masing ciri dan karakteristiknya. Dari sinilah kemudia timbul usaha-usaha untuk melakukan klasifikasi atau pengelompokan media yang mengarah pada pembuatan taksonomi media pendidikan /pembelajaran.
Berdasarkan pemahaman atas klasifikasi media pembelajaran akan mempermudah para guru atau praktisi lainnya dalam melakukan pemilihan media yang tepat pada waktu merencanakan pembelajaran untuk mencapai tujuan tertentu. Pemilihan media yang disesuaikan dengan tujuan, materi, serta kemampuan dan karakteristik belajar, akan sangat menunjang efisiensi dan efektifitas proses dan hasil pembelajaran. Terkait dengan hal-hal tersebut maka di dalam penyusunan makalah ini akan di bahas beberapa rumusan masalah.
  1. RUMUSAN MASALAH
  1. Bagaimana klasifikasi media pembelajaran ?
  2. Bagaimana media berbasis teknologi ?
  3. Bagaimana media berbasis alam ?

  1. PEMBAHASAN
  1. Klasifikasi media pembelajaran
Dalam suatu proses belajar-mengajar kehadiran media mempunyai arti yang cukup penting. Karena dalam kegiatan tersebut ketidakjelasan bahan yang akan disampaikan dapat di bantu dengan menghadirkan media sebagai perantara. Kerumitan bahan yang akan disampaikan kepada anak didik dapat disederhanakan dengan bantuan media. Media dapat mewakili apa yang kurang mampu guru ucapkan melalui kata-kata atau kalimat tertentu. Bahkan keabstrakan bahan dapat di konkretkan dengan kehadiran media.1
Dalam pengertian teknologi pendidikan, media atau bahan sebagai sumber belajar merupakan komponen dari sistem intruksional di samping pesan, orang, teknik latar dan peralatan. Media atau bahan adalah perangkat lunak (software) berisi pesan atau informasi pendidikan yang biasanya di sajikan dengan mempergunakan peralatan. Sedangkan peralatan atau perangkat keras (hardware) sendiri merupakan sarana untuk dapat menampilkan pesan yang terkandung pada media tersebut. Dengan masuknya berbagai pengaruh ke dalam khazanah pendidikan seperti ilmu cetak-mencetak, tingkah- laku (behaviorisme), komunikasi, dan laju perkembangan teknologi elektronik, media dalam perkembangannya tampil dalam berbagai jenis dan format (modul cetak, film, televisi, film bingkai, film rangkai, program radio, computer, dst). Masing_masing dengan ciri dan kemampuannya sendiri. Dari sinilah timbul usaha-usaha penataannya, yaitu pengelompokan atau klasifikasi menurut kesamaan cirri atau karakteristiknya. Para ahli berbeda dalam setiap pengelompokannya, diantaranya :
  1. Taksonomi menurut Rudy Bretz
Bretz mengidentifikasi ciri utama dari media menjadi tiga unsur pokok yaitu : suara, visual dan gerak. Visual sendiri di bedakan menjadi tiga yaitu gambar, garis (line graph) dan simbol yang merupakan suatu continuum dari bentuk yang dapat di tangkap dengan indera penglihatan. Di samping itu Bretz juga membedakan antara media siar (telecommunication) dan media rekaman (recording) sehingga terdapat 8 klasifikasi media :
  1. Media audio visual gerak
  2. Media audio visual diam
  3. Media audio semi gerak
  4. Media visual gerak
  5. Media visual diam
  6. Media semi gerak
  7. Media audio
  8. Media cetak2
  1. Taksonomi menurut Briggs
Taksonomi ini lebih mengarah pada karakteristik menurut stimulus atau rangsangan yang dapat di timbulkannya dari pada medianya sendiri, yaitu kesesuaian rangsaangan tersebut dengan karakteristik siswa, tugas pembelajaran, bahan, dan transmisinya. Briggs mengidentifikasi 13 macam media yang di pergunakan dalam proses belajar mengajar, yaitu : Objek, model, suara langsung, rekaman audio, media cetak, pembelajaran terprogram, papan tulis, media transparasi, film rangkai, film bingkai, film televise, dan gambar.
  1. Taksonomi menurut Gagne
Tanpa menyebutkan jenis dari masing-masing medianya, Gagne membuat 7 macam pengelompokan media, yaitu :
  1. Benda untuk didemonstrasikan
  2. Komunikasi lisan
  3. Media cetak
  4. Gambar diam
  5. Gambar gerak
  6. Film bersuara
  7. Mesin belajar
Ke tujuh kelompok media ini kemudian di kaitkannya dengan kemampuannya memenuhi fungsi menurut tingkatan hirarki belajar yang di kembangkannya, yaitu : pelontar stimulus, penarik minat belajar, contoh perilaku belajar, memberi kondisi eksternal, menuntun cara berfikir, memasukkan alih ilmu, menilai prestasi, dan pemberi umpan balik.3
  1. Taksonomi menurut Wilbur schramm
Media dapat di golongkan menjadi media rumit, mahal, dan media sederhana. Schramm juga mengelompokkan media menurut kemampuan daya liputan, yaitu :
  1. Liputan luas dan serentak, seperti tv, radio, dan facsimile.
  2. Liputan terbatas pada ruangan, seperti film, video, slide, poster audio tape
  3. Media untuk belajar individual, seperti buku, modul, program belajar dengan computer dan telepon.4
Dari beberapa usaha pengklasifikasian di atas bahwa karakteristik atau ciri-ciri khas suatu media berbeda menurut tujuan dan maksud pengelompokannya. Karakteristik media juga dapat dilihat menurut kemampuan membangkitkan rangsangan indera penglihatan, pendengaran, perabaan, pengecapan, ataupun penciuman, atau kesesuainnya dengan tingkatan hirarki belajar seperti yang di ungkapkan oleh Gagne dan sebagainya. Jadi klasifikasi media, karakteristik media dan pemilihan media merupakan kesatuan yang tidak terpisahkan dalam penentuan strategi pembelajaran. Maka dari itu untuk tujuan praktis, dibawah ini akan dibahas karakteristik beberapa jenis media yang lazim dipakai dalam kegiatan belajar mengajar khususnya di Indonesia, diantaranya :
  1. Media grafis
media grafis termasuk media visual. Sebagaiman halnya media yang lain media grafis berfungsi untuk menyalurkan pesan dari sumber ke penerima pesan. Saluran yang di pakai menyangkutbindera penglihatan. Pesan yang akan disampaikan dituangkan ke dalam simbol-simbol komunikasi visual.
  1. Media Audio
Berbeda dengan media grafis, media audio berkaitan dengan indera pendengaran. Pesan yang akan disampaikan dituangkan kedalam lambing-lambang auditif, baik verbal maupun non verbal
  1. Media proyeksi diam
Media proyeksi diam mempunyai persamaan dengan media grafis dalam arti menyajikan rangsangan-rangsangan visual. Perbedaan yang jelas antara keduanya yaitu bila pada media grafis dapat secara langsung berinteraksi dengan pesan media yang bersangkutan, pada media proyeksi pesan tersebut harus di proyeksikan dengan proyektor agar dapat dilihat oleh sasaran terlebih dahulu.5

  1. Media berbasis teknologi
Secara istilah teknologi berasal dari bahasa Yunani : Thecnologis. Thechnie berarti seni, keahlian atau sains, sedangkan logos yaitu berarti ilmu. Menurut Gaibraith teknologi dapat diartikan sebagai penerapan sistematis dari pengetahuan ilmiah atau terorganisasikan dalam hal-hal yang praktis. Teknologi pendidikan dalam arti sempit bisa merupakan media pendidikan, yaitu hasil teknologi sebagai alat bantu dalam pendidikan agar berhasil guna,efesien serta efektif. Sedang dalam arti luas menurut Association for Educational Communication and Technology (AECT) adalah proses yang komplek dan terpadu yang melibatkan orang, prosedur, ide, peralatan dan organisasi untuk menganalisis masalah, mencari problem solving, melaksanakan evaluasi dan mengelola pemecahan masalah yang menyangkut semua aspek belajar manusia.6
Menurut perjalanan sejarah, dunia pendidikan telah mengalami empat tahap perubahan ditinjau dari cara penyajian materi pelajarannya. Perkembangan yang pertama adalah tatkala dalam masyarakat tumbuh suatu profesi baru yang di sebut “Guru” yang diberi tanggung jawab untuk melakasanakan pendidikan mewakili orang tua. Dengan demikian, maka terjadi pergeseran peranan pendidikan, yang biasa diselenggarakan di rumah berubah menuju ke pendidikan sekolah secara formal. Perkembangan yang kedua dimulai dengan dipergunakannya bahasa tulisan di samping bahasa lisan dalam menyampaikan ajaran atau materi. Perkembangan pendidikan yang ketiga terjadi dengan di temukannya teknik pencetakan yang memungkinkan diperbanyaknya bahan-bahan bacaan dalam bentuk buku-buku teks sebagai materi pelajaran tercetak. Perkembangan pendidikan yang keempat terjadi dengan mulai masuknya teknologi berikut produknya yang menghasilkan ala-alat mekanis, optis, maupun elektronis.7
Teknologi terus berkembang dari waktu ke waktu, baik dari segi jumlah,tingkatan kerumitannya,maupun dari segi kemampuannya. Media pendidikan sebagia produk dari teknologi pun bervariasi, mulai dari teknologi yang sederhana hingga teknologi yang canggih. Apapun teknologi media yang di pergunakan, hal yang terpenting adalah adanya interaksi dua arah atau lebih antara peserta didik dan pendidik. Di harapkan dari teknologi ini dapat memberikan pengaruh bagi peningkatan sektor pendidikan dalam berbagai bentuk dan manifestasinya.8 Karena pada prinsipnya suatu proses pembelajaran adalah merupakan interaksi dua arah dari seorang guru dan peserta didik, dimana antara keduanya terjadi komunikasi (transfer) yang intens dan terarah menuju pada suatu target yang telah di tetapkan sebelumnya.9
Meskipun demikian, tidak ada teknologi yang paling bagus untuk mecapai sebuah tujuan pendidikan. Mengingat keunggulan dan keterbatasan masing-masing teknologi, maka pemilihan dan penggunaannya dalam pendidikan harus bersifat pragmatis karena teknologi cepat sekali berkembang. Menurut Chute, telah mengelompokkan berbagai pelihan teknologi untuk pendidikan, mulai dari yang sederhana sampai yang paling canggih dan mutakhir, yaitu sebagai berikut :
  1. Teknologi audio
Pilihan interaktif yang sederhana adalah telepon. Sebagai media komunikasi,telepon dapat dimanfaatkan untuk tujuan pendidikandan belajar.
  1. Teknologi audio dan data
Salah satu kelemahan teknologi audio adalah tidak adanya visual dalam proses pembelajaran tersebut. Perpaduan kemampuan audio dari telepon dan kemampuan data computer telah melahirkan aplikasi belajar jarak jauh yang disebut audiografis.
  1. Teknologi video
Teknologi ini meliputi kaset video, siaran video satu arah, video on demand, video dan BCT, serta video dua arah. Program video ini dapat juga disiarkan secara satu arah untuk mengkomunikasikan kebijakan pengelola sekolah maupun untuk menunjang proses pembelajaran.
  1. Computer based training
Pendidikan dan pelatihan berbasis computer ini merupakan bentuk lain dari aplikasi teknologi untuk pendidikan yang menggunakan computer sebagai alat untuk menyampaikan pelajaran(computer Assited Intruction) atau mengelola pengalaman belajar siswa (computer Managed Instruction)
  1. Konferensi computer
Teknologi ini merupakan pemayung beerbagai kegiatan penerapan teknologi komputer untuk menunjang komunikasi antar manusia, misalnya surat elektronik (email), system konferensi kelompok, dan system penyampaian pesan interaktif (mailing list).
  1. Pendidikan dan pelatihan di internet
Internet merupakan teknologi yang memberikan landasan yang kuat bagi penciptaan lingkungan belajar yang kaya dan luwes serta mampu memenuhi kebutuhan pendidikan dan pelatihan.10
Dengan demikian, dapat di simpulkan bahwa teknologi ternyata telah memberikan kontribusi yang begitu besar bagi penyelenggaraan pembelajaran dan pendidikan pada umumnya. Aplikasi teknologi telah memungkinkan terciptanya lingkungan belajar global yang terhubungkan melalui jaringan. Pendidikan hendaknya menerapkan suatu sistem yang benar-benar menempatkan siswa di tengah-tengah proses pembelajaran dengan dikelilingi oleh berbagai sumber belajar dan layanan belajar elektronik, mulai dari pendidik sampai ke peserta didik, dengan layanan informasi dan dukungan administratif maupun akademis.

  1. Media berbasis alam
  1. Lingkungan sebagai media belajar
Penggunaan media grafis, tiga dimensi, dan proyeksi pada dasarnya memvisualkan fakta, gagasan, kejadian, peristiwa dalam bentuk tiruan dari keadaan sebenarnya untuk di bahas di dalam kelas dalam membantu proses pengajaran.di lain pihak guru dan siswa bisa mempelajari keadaan sebenarnya di luar kelas dengan menghadapkan para siswa kepada lingkungan yang aktual untuk dipelajari, diamati dalam hubungannya dengan proses belajar mengajar. Pada prinsipnya belajar adalah suatu proses yang komplek yang terjadi pada diri setiap orang sepanjang hidupnya. Proses belajar itu terjadi karena adanya interaksi antara seseorang dengan lingkungannya.11 Ada beberapa cara bagaimana mempelajari lingkungan sebagai media dan sumber belajar, diantaranya :
  1. Dengan survey, yakni siswa mengunjungi lingkungan seperti masyarakat setempat untuk mempelajari proses sosial, budaya, ekonomi, kependudukan, dan lain-lain.
  2. Dengan kemah atau kamping, kemah cocok untuk mempelajari ilmu pengetahuan alam, ekologi, biologi, dan lain-lain. Siswa di tuntut merekam apa yang ia alami, rasakan, lihat dan kerjakan selama kemah berlangsung.
  3. Dengan karyawisata, yaitu kunjungan siswa keluar kelas untuk mempelajari objek tertentu sebagai bagian integeral dari kegiatan kurikuler di sekolah.
  4. Dengan praktik lapangan, yaitu praktik yang dilakukan seorang siswa untuk memperoleh keterampilan dan kecakapan khusus. Misalnya siswa SPG diterjunkan ke sekolah dasar untuk melatih kemampuan sebagai guru di sekolah.12
  1. Masyarakat sebagai media belajar
Pelaksanaan pendidikan selama ini lebih banyak hanya mengutamakan aspek kognitifnya saja, sedangkan aspek afektif, psikomotorik sering di lupakan. Kita bisa mengetahui banyak sekolah di sekitar kita yang hanya mentransfer ilmu di dalam kelas, yang hanya merupakan pendidikan materi belaka, sedangkan praktik lapangan tidak diperhatikan. Padahal anak didik hanya dibekali ilmu saja tanpa skill dan pengalaman yang matang ia pasti bisa terjun dalam realitas masyarakat. Karena masyarakat akan melihat anak itu mampu atau tidaknya, bukan hanya pengetahuan sekedar pengetahuan saja. Berpijak dari permasalahan tersebut, maka masyarakat sebagai sumber pendidikan haruslah dapat dijadikan sebagai kajian yang menyeluruh. Karena kita tahu bahwa dalam kehidupan masyarakat adalah bahan-bahan yang hidup dan nyata untuk dikaji secara mendalam. Karenanya pendidikan di sekolah bukan saja harus menyesuaikan diri dengan masyarakat, akan tetapi masyarakat di jadikan sumber yang luas bagi pengalaman belajar, artinya bahwa sekolah dapat dibawa kedalam masyarakat dan sebaliknya masyarakat dapat dibawa kedalam sekolah.13
Jadi, lingkungan dan masyarakat sebagai media dan sumber belajar para siswa dapat dioptimalkan dalam proses pengajaran untuk memperkaya bahan dan kegiatan belajar mengajar. Prosedur belajar untuk memanfaatkan lingkungan serta masyarakat sebagai media dan sumber belajar ditempuh melalui beberapa cara antara lain, survey, berkemah, karyawisata pendidikan, praktek lapangan, dan lain-lain
.
  1. ANALISIS
Pada prinsipnya sebuah media dalam proses pembelajaran memiliki arti ataupun fungsi yang sangat bermanfaat bagi proses belajar mengajar. Dengan adanya media akan mempermudah seorang pendidik dalam menyampaikan sebuah materi yang akan di transfer kepada peserta didik, selain itu pemakaian media pengajaran dalam proses belajar mengajar dapat membangkitkan keinginan dan minat yang baru, membangkitkan motivasi dan rangsangan kegiatan belajar, dan bahkan mampu membawa pengaruh-pengaruh psikologis terhadap peserta didik.
Di dalam makalah ini dibahas mengenai klasifikasi media pembelajaran yang bertujuan agar kita mengetahui jenis-jenis maupun karakteristik sebuah media, maka dari itu seoarang pendidik harus mampu mengaplikasikan sebuah media mana yang cocok untuk di pakai dalam proses belajar mengajar agar efesiensi waktu, biaya maupun yang lain-lain benar-benar bisa di realisasikan.
Pada pembahasan berikutnya juga di singgung tentang media berbasis teknologi, karena media pendidikan sebagia produk dari teknologi akan terus berkembang dan bervariasi, mulai dari teknologi yang sederhana hingga teknologi yang canggih. Perlu diketahui bahwa apapun teknologi media yang di pergunakan, hal yang terpenting adalah adanya interaksi antara peserta didik dan pendidik. Oleh karenanya di harapkan dari teknologi ini dapat memberikan pengaruh bagi peningkatan sektor pendidikan dalam berbagai bentuk dan tujuannya.
Dan pada pembahasan yang terakhir adalah mengenai media alam, karena dengan adanya alam ini bisa digunakan untuk sumber belajar atau media untuk belajar. Media alam juga mempunyai pengaruh yang sangat signifikan dalam proses pengajaran. Pada dewasa ini yang namanya pendidikan identik dengan tempat belajar atau disebut sekolahan, akan tetapi dengan metode tersebut bisa dikatakan monoton dan bisa berdampak kepada peserta didik dari segi psikologis. Maka dari itu pendidik harus mempunyai terobosan-terobosan baru yaitu dengan memanfaatkan alam atau lingkungan sekitar sebagai media pembelajaran. Seperti yang dibahas diatas, hal itu bisa dilakukan dengan cara, survey langsung, berkemah, karyawisata dan sebagainya, dengan begitu seorang peserta didik akan bisa terangsang atau memunculkan semangat baru dalam melaksanakan pembelajaran dan merasakan hal-hal baru yang belum pernah dilakukan sebelumnya.

  1. KESIMPULAN
  1. Para ahli berbeda dalam setiap pengklasifikasiannya, diantaranya :
  1. Taksonomi menurut Rudy Bretz terdapat 8 klasifikasi media : Media audio visual gerak, media audio visual diam, media audio semi gerak, media visual gerak, media visual diam, media semi gerak, media audio, media cetak.
  2. Taksonomi menurut Briggs mengklsifikasi 13 macam media yang di pergunakan dalam proses belajar mengajar, yaitu : Objek, model, suara langsung, rekaman audio, media cetak, pembelajaran terprogram, papan tulis, media transparasi, film rangkai, film bingkai, film televise, dan gambar.
  3. Taksonomi menurut Gagne membuat 7 macam pengelompokan media, yaitu : Benda untuk didemonstrasikan, komunikasi lisan, media cetak, gambar diam, gambar gerak, film bersuara, mesin belajar
  4. Taksonomi menurut Wilbur schramm menggolongkan menjadi media rumit, mahal, dan media sederhana. Schramm juga mengelompokkan media menurut kemampuan daya liputan, yaitu : 1. Liputan luas dan serentak, seperti tv, radio, dan facsimile. 2. liputan terbatas pada ruangan, seperti film, video, slide, poster audio tape. 3. media untuk belajar individual, seperti buku, modul, program belajar dengan computer dan telepon.
Adapun Jenis-jenis media yang lazim dipakai dalam kegiatan belajar mengajar khususnya di Indonesia, diantaranya : Media grafis, media audio, dan media proyeksi diam.
  1. Menurut Chute, telah mengelompokkan berbagai pelihan teknologi untuk pendidikan, mulai dari yang sederhana sampai yang paling canggih dan mutakhir, yaitu : teknologi audio, teknologi audio dan data, teknologi video, computer based training, konferensi computer, pendidikan dan pelatihan internet.
  2. Ada beberapa cara bagaimana mempelajari alam atau lingkungan sebagai media dan sumber belajar, diantaranya :
  1. Dengan survey
  2. Dengan kemah atau kamping
  3. Dengan karyawisata
  4. Dengan praktik lapangan
  5. Dengan Masyarakat sebagai media belajar

  1. PENUTUP
Demikianlah pembahasan mengenai klasifikasi media pembelajaran. saya menyadari bahwa dalam penulisan atau penyusunan makalah ini masih banyak terjadi kesalahan. Maka dari itu saya mengharapkan kritik dan saran yang membangun untuk penulisan makalah selanjutnya. Semoga makalah ini bisa bemanfaat bagi kita semua.


DAFTAR PUSTAKA

Ahmad Rivai dan Nana Sudjana, Teknologi Pengajaran, Bandung : CV Sinar Baru, 1989.
Arsyad, Azhar, Media Pembelajaran, Jakarta : PT Raja Grafindo, 2003.
Aswan Zain, dan Syaiful Bahri Djamarah, Strategi Belajar Mengajar, Jakarta : PT Rineka Cipta, 2010.
Mukhtar, Desain pembelajaran Pendidikan Islam, Jakarta : CV Misaka Galiza, 2003.
Sadiman, Arif S, dkk, Media Pendidikan, Jakarta : PT Raja Grafindo Persada ,1996.
Syukur, Fatah, Teknologi Pendidikan, Semarang : Rasail, 2005.
Trianto, Mendesain Model Pembelajaran Inovatif-Progresif, Jakarta : Kencana, 2010.
http://adeninfo.blogspot.com/2010/07/klasifikasi-dari-mediapembelajaran.html diakses sabtu, 07/04/2012 jam 10.30 WIB



1 Syaiful Bahri Djamarah dan Aswan Zain, Strategi Belajar Mengajar, (Jakarta : PT Rineka Cipta, 2010), hlm. 120

2 Arif S. Sadiman, dkk, Media Pendidikan, ( Jakarta : PT Raja Grafindo Persada ,1996), hlm. 19-20

3 Arif S. Sadiman dkk, Ibid, hlm. 23

4 http://aden info.blogspot.com/2010/07/klasifikasi-dari-mediapembelajaran.html diakses sabtu, 07/04/2012 jam 10.30 WIB

5 Arif S. Sadiman dkk, Op.Cit, hlm. 28

6 Fatah Syukur, Teknologi Pendidikan, (Semarang : Rasail, 2005), hlm.3

7 Nana Sudjana dan Ahmad Rivai, Teknologi Pengajaran, (Bandung : CV Sinar Baru, 1989), hlm. 41

8 Mukhtar, Desain pembelajaran Pendidikan Islam, (Jakarta : CV Misaka Galiza, 2003), hlm. 105

9 Trianto, Mendesain Model Pembelajaran Inovatif-Progresif, (Jakarta : Kencana, 2010, hlm. 17

10 Mukhtar, Desain pembelajaran Pendidikan Islam, Op.Cit, hlm. 106

11 Azhar Arsyad,Media Pembelajaran,(Jakarta : PT Raja Grafindo, 2003), hlm 1

12 Nana Sudjana dan Ahmad Rivai, Teknologi Pengajaran Op.Cit, hlm. 209-210

13 Fatah Syukur, Teknologi Pendidikan, Op.Cit, hlm. 112